Profil

Profil daerah Kabupaten Tasikmalaya

Profil Daerah

Kabupaten Tasikmalaya dalam ringkasan data dan identitas daerah

Informasi pokok Kabupaten Tasikmalaya ditampilkan dalam bentuk ringkas dan mudah dibaca.

39

Kecamatan

351

Desa

2.708,82 km²

Luas Wilayah

54,5 km

Garis Pantai

Logo Kabupaten Tasikmalaya

Lambang Daerah

Kabupaten Tasikmalaya

Identitas visual daerah Kabupaten Tasikmalaya.

Letak Geografis

Jawa Barat bagian selatan

Berbatasan dengan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Majalengka, Pangandaran, Samudera Hindia, dan Garut.

Kondisi Topografis

0–2.500 mdpl

Wilayah utara cenderung pegunungan, sedangkan bagian selatan memiliki dataran rendah dan kawasan pesisir.

Identitas Daerah

Kabupaten Tasikmalaya

Lambang daerah ditampilkan sebagai identitas visual Kabupaten Tasikmalaya.

Informasi Lengkap

Profil Kabupaten Tasikmalaya

Arti Lambang

Logo Kabupaten Tasikmalaya mencerminkan identitas religius, perjuangan, dan kemajuan, yang secara garis besar terdiri dari perisai putih sebagai simbol gotong royong, warna hijau melambangkan masyarakat religius, serta pita bertuliskan “Sukapura Ngadaun Ngora” yang berarti kemajuan yang abadi.

Berikut adalah rincian makna logo Kabupaten Tasikmalaya:

  • Perisai bersudut lima berwarna putih menunjukan sifat gotong royong yang berintikan Pancasila, melambangkan kepribadian, adat istiadat,kepercayaan dan kebudayaan rakyat daerah, sejak dulu sekarang dan kemudian Gunung melukiskan Gunung Galunggung berwarna biru yang melambangkan ciri tasikmalaya.
  • Simbul Industri melambangkan sebagaian dari sumbermpenghidupan rakyat beserta kekayaan alam di daerah Kabupaten Tasikmalaya.
  • Tiga Buah Sungai melambangkan pemberi sumber kehidupan rakyat.
  • Sawah berwarna hijau terdiri dari 17 petak, melambangkan kesuburan/kemakmuran rakyat yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.
  • Sawat berwarna kuning melambangkan sebagian penghidupan rakyat yang didapat dari kerajinan tangan.
  • Bambu Runcing terbuat dari haur kuning melambangkan sejarah perjuangan rakyat daerah Tasikmalaya dalam mengusir kaum penjajah.
  • Pita Kuning Melambai bertuliskan “Sukapura Ngadaun Ngora” melambangkan kemajuan yang abadi.
  • Warna Putih Mengkilat melambangkan tekad suci, warna hitam berarti kekal dan abadi, warna kuning melambangkan keadaan yang gilang gemilang (keemasan), warna hijau melambangkan kehidupan yang tertinggi, adil dan subur makmur sedangkan warna biru berarti kesetiaan dan kejujuran.

Secara keseluruhan, lambang ini menonjolkan semangat juang, budaya, dan kesuburan daerah.



Letak Geografis


Kabupaten Tasikmalaya merupakan bagian dari wilayah Provinsi Jawa Barat yang terletak di antara 7°02′ 29″ – 7°49′ 08″ Lintang Selatan serta 107°54′ 10″ – 108°25′ 52″ Bujur Timur. Secara administratif Kabupaten Tasikmalaya berbatasan dengan wilayah sebagai berikut :

  1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Majalengka.
  2. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Ciamis, DOB Kab Pangandaran
  3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Hindia.
  4. Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Garut.
 

Sementara untuk luas wilayah Kabupaten Tasikmalaya secara keseluruhan adalah 2.708,82 km2, dengan panjang garis pantai sekitar 54,5 km dan luas daerah penangkapan ikan (fishing ground) sebesar 306 km2. Secara administratif Kabupaten Tasikmalaya terdiri dari 39 Kecamatan yang terdiri dari 351 desa. Tiga kecamatan mempunyai wilayah pesisir dan lautan dengan luas total 200,72 km2 atau 7,41 persen dari luas wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Kondisi Topografis


Bentuk permukaan bumi daerah Kabupaten Tasikmalaya memiliki ketinggian berkisar antara 0 sampai dengan 2.500 meter di atas permukaan laut (dpl). Secara umum kondisi topografi di Kabupaten Tasikmalaya dapat dibedakan menurut ketinggiannya dengan gambaran permukaan sebagai berikut :

  • Bagian Utara merupakan wilayah dataran tinggi dengan ketinggian berkisar antara 1.000 sampai dengan 2.500 meter dpl.
  • Bagian Selatan merupakan wilayah dataran rendah dengan ketinggian berkisar antara 0 sampai dengan 100 meter dpl.

 

Kemiringan lereng di wilayah Kabupaten Tasikmalaya berkisar antara 0 persen sampai dengan kemiringan diatas 40 persen. Adapun Kondisi kemiringan lahan di Kabupaten Tasikmalaya dikelompokan sebagai berikut:

  1. Sangat Curam (>40 %) sebesar 33,39 persen.
  2. Curam (25 % – 40 %) sebesar 20,54 persen.
  3. Agak Curam (15 % – 25 %) sebesar 24,54 persen
  4.  Landai (8 % – 15 %) sebesar 14,36 persen.
  5. Datar ( 0 % – 8 %) sebesar 7,17 persen.

 

Dari data kemiringan lahan tersebut, dapat terlihat bahwa sebagian besar bentang alam Kabupaten Tasikmalaya didominasi oleh bentuk permukaan bumi agak curam sampai dengan sangat curam yaitu sebesar 78,47 persen. Kondisi kemiringan lahan tersebut kurang menguntungkan untuk pengembangan prasarana dan sarana wilayah. Sedangkan kemiringan lahan yang sangat menunjang untuk pengembangan permukiman perkotaan hanya sebesar 21,53 persen dari total luas kabupaten, dan luasan tersebut umumnya terdistribusi di sekitar kota-kota kecamatan.

Visi


Tasikmalaya yang Religius/Islami, Maju, Adil dan Makmur

Misi


  1. ⁠Mewujudkan manusia yang sehat, cerdas, produktif, religius, berakhlak, serta berbudaya.
  2.  ⁠Mendorong ekonomi hijau dengan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok dan biaya hidup murah melalui kemandirian pangan dan kedaulatan air.
  3. ⁠Mengentaskan kemiskinan dengan memperluas kesempatan berusaha, mewujudkan iklim investasi guna menciptakan lapangan kerja, hilirisasi serta mendorong lembaga pendidikan ( formal, diniyah dan pesantren ) untuk kolaborasi mewujudkan SDM yang unggul.
  4.  ⁠Membangun Desa berbasis potensi lokal yang berkeadilan, berkelanjutan dengan didukung sektor digital.
  5. Memulihkan kualitas demokrasi, menyelenggarakan pemerintahan yang berpihak pada rakyat, menghindari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme, memimpin dengan hati dan keteladanan.

E-Magazine

Buka PDF Unduh PDF